Lomba Marawis dan Hadroh Meriahkan HUT RI, Ponpes Al - Madinatul Munawaroh Juara I

Table of Contents
Pulau Punjung -  Denting rebana dan lantunan selawat menggema di Auditorium Dharmasraya, Minggu (16/8/2026). Sejumlah pondok pesantren ambil bagian dalam Lomba Marawis dan Hadroh antar-pesantren se-Kabupaten Dharmasraya yang digelar Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat.

Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan sekadar perlombaan seni Islami, panggung tersebut menjadi ruang bagi para santri menunjukkan kreativitas sekaligus mempererat persaudaraan antarpesantren.

Lomba dibuka Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melalui Sekretaris Daerah Dharmasraya Medison, S.Sos., M.Si. Hadir dalam kegiatan itu sejumlah pejabat pemerintah daerah, Camat Pulau Punjung Erick Harja, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta para santri dan masyarakat.

Medison mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan yang memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.

“Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat nilai keagamaan, kebersamaan, dan karakter generasi muda,” kata Medison.

Menurut dia, pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan serta semangat persatuan.

Karena itu, kata Medison, kegiatan yang memadukan kreativitas, nilai keagamaan dan kebersamaan perlu terus dikembangkan.

Kepala Bagian Kesra Setda Dharmasraya Natra Hendri mengatakan lomba tersebut diikuti sejumlah pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Dharmasraya.
“Lomba marawis dan hadroh ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan kreativitas dan kemampuan seni para santri, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antarpesantren,” ujarnya.

Para peserta tampil secara berkelompok. Penilaian mencakup kualitas vokal dan irama, kekompakan, keserasian penampilan, kerapian hingga penghayatan.

Setelah melalui penilaian, Ponpes Salafiyah Al-Madinatul Munawaroh keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Ponpes Ulul Albab, sedangkan Ponpes Pembangunan meraih juara ketiga.

Untuk kategori harapan, Ponpes Nurul Iman meraih Harapan I, Ponpes Hidayatul Qur'an Harapan II, Ponpes Darussalam Harapan III, dan Ponpes Nurul Izzah Harapan IV.

Suasana perlombaan berlangsung meriah. Penampilan para santri tidak hanya mendapat perhatian dari sesama peserta, tetapi juga masyarakat yang memenuhi auditorium.

Di tengah perayaan kemerdekaan, suara rebana dan selawat itu menjadi cara lain para santri memaknai Indonesia. Bukan dengan barisan upacara atau perlombaan fisik, melainkan melalui seni, kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan.

Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas santri sekaligus memperkuat silaturahmi antarpesantren di Dharmasraya.

Wartawan: Azizu Rahmi

Posting Komentar