Harimau Putih Semarang Zoo Mati, Dugaan Kekurangan Anggaran Jadi Sorotan

Table of Contents
Semarang, TitikBangsa.com – Kematian seekor harimau putih di Semarang Zoo menjadi perhatian publik setelah hasil pemeriksaan awal mengungkap sejumlah kondisi yang mengindikasikan satwa tersebut mengalami gangguan kesehatan serius.

Dokter hewan yang melakukan pemeriksaan, Handi, menjelaskan ditemukan berbagai kelainan pada organ tubuh harimau tersebut. Mulai dari adanya lesi pada lambung, peradangan dan perdarahan pada paru-paru, hingga pembengkakan pada jantung, hati, serta ginjal. Selain itu, ditemukan kerusakan pada sebagian organ hati yang mengindikasikan fungsi organ sudah tidak berjalan maksimal.

Yang menjadi sorotan adalah kondisi saluran pencernaan harimau yang ditemukan dalam keadaan kosong tanpa adanya sisa makanan. Menurut Handi, kondisi tersebut mengindikasikan satwa itu sudah cukup lama tidak mendapatkan pakan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menduga keterbatasan anggaran menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas perawatan satwa di Semarang Zoo.

"Sepertinya kekurangan anggaran yang ada di Semarang Zoo ini menjadi penyebab utama mengapa proses perawatannya dilakukan efisiensi," ujarnya.

Agustina mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah untuk mencari solusi, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki keahlian dalam pengelolaan kebun binatang agar kualitas perawatan satwa dapat ditingkatkan.

Ia menjelaskan Semarang Zoo dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sehingga biaya operasional harus dipenuhi dari pendapatan usaha. Sementara itu, penyertaan modal dari pemerintah daerah tidak dapat digunakan untuk biaya operasional harian.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengelola menghadapi dilema karena kebutuhan perawatan satwa harus tetap berjalan meski kemampuan pendanaan terbatas.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga tengah menelusuri kemungkinan adanya permasalahan dalam program pertukaran satwa dengan kebun binatang di Medan yang berkaitan dengan harimau putih tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan seluruh penyebab kematian secara menyeluruh.

Kasus ini memicu perhatian masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan satwa di lembaga konservasi, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pengelolaan dan pendanaan kebun binatang di Indonesia.

Sumber:

Dakwahreel.id

Keterangan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng

Hasil pemeriksaan dokter hewan yang dikutip berbagai media nasional.

Posting Komentar