Kata Apindo soal pagar tinggi di mal Jakarta dan Surabaya
Kehati-hatian Pengusaha Mal di Jakarta dan Surabaya
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti mengenai sejumlah mal di Jakarta dan Surabaya yang memasang pagar dengan tinggi lebih dari 2 meter. Ia menduga bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh pengusaha sebagai bentuk kehati-hatian.
"Ini kan mungkin melihat kondisi yang ada ya. Mereka mungkin ya supaya apa, berhati-hati aja gitu. Saya terus terang belum bicara sama pemilik. Jadi mungkin ada alasan-alasan lebih alasan keamanan aja gitu. Bukannya hanya karena kebetulan saat ini gitu loh, tapi ya mungkin memang supaya mereka bisa menjaga aja dari situasi keamanan gitu. Saya juga belum tahu sih, belum bicara sama pemilik," ujar Shinta di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Lippo Mal Tak Ikut Pasang Pagar

CEO Lippo Group, James Riady, memastikan bahwa mal miliknya tidak akan ikut memasang pagar tinggi. Ia menyatakan bahwa Lippo Mal dalam 10 tahun terakhir telah membongkar pagarnya. Sehingga, dalam waktu dekat Lippo Mal tidak akan membangun kembali pagar tersebut.
"Pasti tidak," kata James.
James mengaku, Lippo Mal dalam 10 tahun terakhir membongkar pagarnya. Sehingga, dalam waktu dekat Lippo Mal tidak akan membangun kembali pagar tersebut.
"Yang terjadi 10 tahun ini ada pagar itu semua mal-mal Lippo kita kita bongkar kita turunkan. Ya. Jadi mari kita semangat semua ya. Mari kita semangat semua," ucap dia.
Terkait dengan adanya sejumlah mal yang memasang pagar tinggi, James menyebut merupakan hal biasa apabila ada kehati-hatian dari pelaku usaha.
"Kehati-hatian pengusaha itu bisa dimengerti. Memang ini zamannya akan lebih banyak gejolak, berarti struktur keuangan setiap perusahaan, struktur keuangan negara dan sebagainya memang harus ditata lebih baik daripada dulu," kata dia.
Pemerintah Anggap Aman

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengatakan Indonesia merupakan bangsa yang aman. Oleh karena itu, dia meminta kepada semua pihak untuk tidak membesarkan suatu isu.
"Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan tuh sebaiknya diklarifikasi juga. Teman-teman kan juga... teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri," ujar Hasan.
Hasan Nasbi kemudian meminta jurnalis untuk mengecek fakta yang sebenarnya apa yang terjadi. Menurutnya, isu yang masih rumor tidak perlu dibesar-besarkan.
"Bisa bikin cek fakta benar enggak, fearmongering (rumor) yang sedang beredar itu, ketakutan-ketakutan yang sedang beredar itu betul-betul nyata apa tidak. Kan teman-teman bisa cek di lapangan. Saya rasa kita harus optimis, ya. keadaan negara kita baik," ucap dia.
Mendag Anggap Tidak Ada Masalah

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, juga mengatakan tak ada masalah berkaitan dengan ramai-ramai sejumlah mal pasang pagar tinggi.
"Oh gak, gak ada masalah, gak ada," kata dia.
Busan juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), tak ada isu apapun berkaitan dengan hal tersebut.
"Ya saya juga gak tahu persis ya, tapi kemarin koordinasi dengan kayak APPBI ya, Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia, gak ada masalah kok, gak ada isu apa-apa. Gak ada isu terkait ya apa pun, ga ada," ucap dia.
Penampakan Pagar Emas Tinggi di Gedung BNI Pejompongan yang Viral Mal dan Gedung Bangun Pagar Jelang Agustus, Polda Metro: Situasi Aman Heboh Pemasangan Pagar Tinggi di Pakuwon Mall Bekasi dan Gedung di Jakarta
Posting Komentar