Biaya Isi Daya Mobil Listrik di Rumah vs SPKLU 2026, Mana Lebih Hemat?

Table of Contents
Biaya Isi Daya Mobil Listrik di Rumah vs SPKLU 2026, Mana Lebih Hemat?

Perbedaan Tarif Listrik dan Biaya Pengisian Daya Mobil Listrik

Perbedaan tarif listrik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi biaya pengisian daya mobil listrik. Listrik rumah tangga menggunakan skema golongan tertentu, seperti R1, sedangkan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) menerapkan tarif bisnis atau industri yang berbeda. Selain itu, terdapat juga biaya layanan tambahan yang dikenakan oleh pengelola SPKLU. Oleh karena itu, untuk mengetahui mana yang lebih hemat, diperlukan simulasi perhitungan sederhana.

Pengisian Daya di Rumah dengan Listrik Golongan R1

Mengisi daya mobil listrik di rumah bisa dilakukan menggunakan listrik golongan R1 dengan daya antara 2.200 VA hingga 5.500 VA. Tarif listrik per kWh untuk golongan ini adalah sebesar Rp1.467 per kWh pada tahun 2026. Kapasitas baterai mobil listrik biasanya berkisar antara 40 kWh untuk model city car hingga 60 kWh untuk model SUV.

Untuk mengisi daya dari kosong hingga penuh, baterai 40 kWh membutuhkan 40 kWh listrik. Dengan demikian, biaya sekali charge penuh di rumah adalah 40 kWh dikali Rp1.467, yaitu sebesar Rp58.680. Sementara itu, untuk baterai 60 kWh, biayanya sekitar Rp88.020 per charge penuh.

Jika mobil digunakan rata-rata 40 km per hari, biaya listrik per bulan hanya sekitar Rp175.000 hingga Rp265.000. Angka ini menunjukkan bahwa penggunaan listrik untuk mengisi daya mobil jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar minyak (BBM).

Keuntungan Mengisi Daya di Rumah

Dian Permata, seorang pengguna mobil listrik asal Jakarta yang sudah beralih ke kendaraan listrik sejak 2024, menjelaskan bahwa biaya charging di rumah jauh lebih murah dibandingkan BBM. Untuk mobil listrik dengan kapasitas baterai 40 kWh, biaya per kilometer hanya sekitar Rp1.500. Hitungan ini menunjukkan penghematan yang signifikan dibandingkan mobil konvensional yang biaya per kilometernya bisa mencapai Rp2.000 hingga Rp3.000.

Simulasi Biaya Pengisian Daya

Berikut adalah beberapa poin penting dalam simulasi biaya pengisian daya mobil listrik:

  • Biaya per charge:
  • Baterai 40 kWh: Rp58.680
  • Baterai 60 kWh: Rp88.020

  • Biaya bulanan:

  • Jika mobil digunakan 40 km per hari:

    • Baterai 40 kWh: Rp175.000 – Rp265.000 per bulan
  • Perbandingan dengan BBM:

  • Biaya per kilometer mobil listrik: sekitar Rp1.500
  • Biaya per kilometer mobil konvensional: Rp2.000 – Rp3.000

Dari data tersebut, terlihat bahwa penggunaan listrik untuk mengisi daya mobil listrik sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun, perlu dipertimbangkan juga ketersediaan listrik di rumah serta kemudahan akses ke SPKLU jika diperlukan.

Pertimbangan Lain dalam Penggunaan Listrik untuk Mobil Listrik

Selain biaya, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat menggunakan listrik untuk mengisi daya mobil listrik, seperti:

  • Kapasitas baterai mobil: Semakin besar kapasitas baterai, semakin tinggi biaya pengisian daya.
  • Frekuensi penggunaan: Jika mobil digunakan setiap hari, biaya bulanan akan meningkat.
  • Tarif listrik: Tarif bisa berubah sesuai kebijakan pemerintah atau penyedia listrik.
  • Pilihan pengisian daya: Pengisian daya di rumah atau di SPKLU memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Secara keseluruhan, penggunaan listrik rumah tangga untuk mengisi daya mobil listrik terbukti lebih hemat dibandingkan bahan bakar minyak. Dengan perhitungan sederhana, pengguna dapat memperkirakan biaya bulanan dan memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun, penting untuk selalu memantau perubahan tarif listrik dan kebijakan terkait penggunaan energi terbarukan.

Posting Komentar